Perencana Pernikahan Jakarta

Perencana Pernikahan Jakarta

Jakarta adalah kota impian, hampir semua orang mengamini hal itu. Data tahun 2016 mengungkapkan ada 10,3 juta penduduk Jakarta yang tinggal dan mencari penghidupan di ibu kota. Ada yang sudah turun temurun beberapa generasi menetap di Jakarta, ada pula yang baru pindah dan memutuskan tinggal untuk bekerja. Bagi pendatang dari luar Jakarta, kehidupan di kota macet ini berbeda 180 derajat dengan daerah asalnya. Berkejaran dengan waktu adalah cara hidup orang Jakarta. Kemacetan itu tantangan, yang harus disiasati dengan berangkat lebih pagi atau memilih moda transportasi yang sesuai: hemat waktu dan hemat di kantong. Maka, bepergian dengan commuter line merupakan pilihan paling logis. Namun, hiruk pikuk pengguna kereta kadang membuat nyali si pendatang ciut. Situasi yang serba ramai, sibuk, dan cepat bisa membuat orang yang tak terbiasa kewalahan. Jika Anda salah satunya, mari simak 5 tips survive di commuter line Jakarta berikut ini.

Cari informasi tentang commuter line

Laman resmi PT Kereta Commuter Indonesia sebagai pengelola commuter line cukup informatif menjelaskan rute dan jadwal kereta, cara pembelian tiket, dan juga peraturan bagi pengguna kereta. Apabila anda berkantor di daerah didaerah tanah abang anda juga bisa menyambangi langsung loket stasiun di daerah tersebut untuk mendapatkan info lebih lanjut. Jika dirasa kurang, banyak warga net yang berbagi pengalamannya menggunakan kereta ini. Cukup berselancar di Google, Anda bisa mendapatkan 1001 cerita tentang commuter line jabodetabek. Bila perlu, pasanglah aplikasi tentang informasi dan jadwal kereta di gawai.

Tentukan tujuan

Ke mana Anda akan pergi dengan kereta? Kecuali Anda membeli tiket multi trip, tiket sekali jalan mengharuskan Anda menentukan tujuan akhir. Cermati pula di stasiun mana harus turun atau berganti kereta. Stasiun cawang kah? Stasiun Manggarai kah? Stasiun tebet kah? gambir kah? Saat ini ada enam rute commuter line dan 6 stasiun transit. Di stasiun transit, perpindahan penumpang biasanya berlangsung cepat bak gelombang orang yang memenuhi setiap sudut stasiun. Kondisi ini tentu bisa mengejutkan Anda. Namun, jika semua sudah terencana sejak awal, Anda hanya perlu mengikuti papan petunjuk yang ada. Tak sulit untuk mengetahui ke jalur mana harus berpindah untuk ganti kereta.

Cermati barang bawaan

Anggaplah anda ada dalam perjalanan dari stasiun beos kota ke lenteng agung dan anda sedang asik memandang gedung pencakar langit di sepanjang jalan yag terlihat dari jendela, ada baiknya anda harus tetap waspada dengan bawaan anda. Namanya saja naik kereta di jakarta, jumlah bawaan pun harus disesuaikan. Jangan sampai Anda kewalahan membawa barang karena terlalu banyak. Commuter line PT KAI juga punya aturan khusus tentang berapa ukuran dan berat maksimal barang yang boleh dibawa. Pada saat berada di kereta KRL, simpan barang Anda di atas tempat duduk. Jangan sampai menghalangi jalan dan lalu lalang orang. Awasi selalu bawaan Anda. Biasakan untuk bersiap-siap turun sejak satu stasiun sebelum stasiun tujuan, termasuk mengambil barang bawaan. Apabila anda ingin turun di pasar minggu maka anda sudah bersiap siap berdiri ketika kereta sudah masuk area kalibata. Berusahalah untuk berdiri dekat pintu, sehingga Anda bisa keluar dengan cepat.

Hindari jam-jam sibuk

Jam-jam sibuk commuter line adalah saat orang berangkat dan pulang kerja. Bisa dipastikan kereta penuh sesak banyak diantara mereka berkantor di area sudirman, rasuna said kuningan, SCBD dan kawan perkantoran lainnya. Jika Anda menggunakan kereta untuk rekreasi, lebih aman berangkat sekitar pukul 9 pagi. Saat itu kondisi kereta relatif lebih lowong, meski tetap ramai. Pulang sebelum pukul 4 sore jauh lebih nyaman, tak perlu berdesak-desakan.

Tanya, tanya, tanya

Pepatah bilang, malu bertanya sesat di jalan. Hal sama berlaku jika Anda baru pertama kali menggunakan commuter line. Di jakarta, ada banyak orang yang bisa Anda tanyai jika bingung akan suatu hal. Ada petugas keamanan dan kebersihan PPSU di setiap rangkaian kereta yang berangkat. Pergilah ke loket tiket atau temui petugas keamanan untuk menanyakan jalur mana yang harus dinaiki. Atau colek penumpang KRL ibukota sebelah Anda dan bertanya kapan kereta berikutnya tiba. Perhatikan pula setiap pengumuman yang disampaikan di stasiun dan dalam kereta.

Kelima tips tadi bisa Anda lakukan untuk menguji nyali naik commuter line. Di luar itu semua, naik commuter line jabodetabek menawarkan pengalaman menyenangkan bagi siapa saja. Anda bisa mengamati kehidupan Jakarta dan polah tingkah penghuninya dari sudut pandang berbeda. Sudah siap naik commuter line?

Click Here

Next

 

Spread the love