Jakarta ku

Jakarta ku

Fakta bahwa biaya hidup di Jakarta itu mahal sudah tidak terbantahkan. Memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah tantangan bagi kaum urban. Mereka yang kebanyakan pekerja kantoran ini menghabiskan waktu lebih dari 10 jam di luar rumah setiap harinya. Urusan makan harus diperhatikan dengan cermat. Tempat makan tentu banyak, tetapi tak semuanya ramah di kantong atau sesuai dengan standar kebersihan. Mau makan di pusat perbelanjaan? Siapkan uang Rp50.000 s.d. Rp100.000 untuk sekali makan. Belum lagi kalau tergiur lihat barang-barang menarik di etalase toko. Namun, jika setiap hari makan di sana, bisa-bisa akhir bulan tak ada lagi uang tersisa! Lalu, bagaimana sebetulnya cara menghemat uang makan ala kaum urban Jakarta?

Bawa bekal

Ini cara paling murah dan terjamin hidup di jakarta. Anda bebas mengkreasikan isi bekal, sebut saja nasi, lauk pauk dan sayuran, hingga buah-buahan.Bawa dua kotak bekal setiap hari cukup untuk membuat perut kenyang dari pagi hingga sore. Satu kotak isi camilan, satu kotak isi makan siang. Kotak bekalnya bisa Anda beli di Pasar Mayestik, mall ambassador sambil icip-icip kue rangi atau kue cubit. Pilih menu yang mudah dimasak dan siapkan bahan makanan sejak malam harinya. Lupakan kreasi bento imut dan cantik jika waktu memasak Anda terbatas. Nasi putih, kerak telor, telur dadar, sayur bening, sop, oseng-oseng, bahkan olahan makanan beku atau kaleng, sudah cukup mumpuni untuk mengisi kotak bekal Anda.

Makan di kantin karyawan

Hampir di setiap gedung kantor memiliki kantin karyawan, biasanya di lantai basement atau area parkir. Soal kebersihan makanan, jangan khawatir, lebih bersih dari pada pedagang kaki lima di pinggir jalan. Salah satu yang populer adalah Kantin Genteng Ijo di dekat gedung parkir Plaza Senayan. Menu yang ditawarkan sangat beragam dan pastinya murah! Kantin karyawan di pusat perbelanjaan pun boleh Anda coba. Variasi makanan juga tak kalah banyak dari food court. Cuci matanya boleh di tempat keren, urusan makan cari yang harga bersahabat. Kantin karyawan di Pacific Place boleh jadi rujukan karena tempatnya nyaman dan ada tiga lokasi, yakni di area parkiran P1, P2, dan P4.

Makan di kantin kampus& sekolah

Lokasi kantor dekat dengan kampus? Makan di kantin kampus bisa jadi pilihan. Namanya saja kampus, harga makanannya pasti disesuaikan dengan dompet mahasiswa. Pas pula bagi pekerja kantoran yang ingin berhemat uang makan. Pilihan makanan juga beragam, tinggal cari yang sesuai selera. Salah satu yang cukup sering disambangi orang kantoran adalah kantin Kampus Universitas Atmajaya & kantin SMK telkom jalan Daan Mogot. Bukan tak mungkin Anda bisa menemukan makanan kekinian ala pusat perbelanjaan dengan harga anak kos di kantin kampus & sekolah. Satu hal yang pasti, serasa anak kuliahan lagi kalau makan di kampus!

Beli dagangan rekan sekantor

Sewaktu dulu saya masih bekerja di wisma metropolitian II  di kawasan sudirman jakarta, beberapa rekan sekantor & office boy menjual makanan sehingga saya tidak perlu jauh-jauh keluar kantor untuk cari makan. Meski pilihan menu tak banyak, tetapi saya irit ongkos dan tenaga. Siapa tahu, office boy di kantor anda jualan nasi uduk atau pisang goreng madu. Lumayan untuk sarapan, kenyang juga untuk camilan. Hitung-hitung Anda juga membantu mereka berjualan dengan membeli dagangannya bukan?

Stok makanan instan di laci meja kantor

Alternatif ini bolehlah dilakukan sesekali. Makanan instan memang jadi andalan kala Anda sungguh-sungguh tidak dapat meninggalkan meja kantor. Beberapa jenis makanan yang bisa disimpan di laci meja ini masuk kategori pengganjal lapar, seperti mie instan cup, oatmeal, sereal, biskuit, susu, kopi, dan roti. Lumayan membuat perut lebih berisi walau mungkin tak bertahan lama. Kabar baiknya, Anda dapat menggantungkan hidup pada stok makanan instan ini saat hari gajian belum tiba. Ketika perjalanan pulang saya sering mampir ke ITC cempaka mas atau ke mall kelapa gading untuk mengisi cadangan makanan di laci saya.

Hidup di Jakarta memang butuh perjuangan, termasuk untuk urusan perut. Maka, kelima cara menghemat uang makan ala kaum urban Jakarta tersebut patut Anda coba!

Ibukota

Back To Main Topic

 

Spread the love