Wedding Organizer Jakarta

Tahukah Anda bahwa Jakarta lebih menarik dijelajahi lewat berjalan kaki? Sebab berkendara membuat penumpang hanya melihat apa yang disajikan lewat jendela mobil, tanpa berkesempatan untuk mengamati lebih dekat. Berjalan kaki memberikan peluang untuk itu. Tak sekadar mengamati, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan yang Anda telusuri, sambil menikmati suasananya. Cara ini belakangan menginspirasi lahirnya tur jalan kaki di berbagai kawasan Jakarta. Tur tersebut rupanya menarik minat turis asing karena mereka bisa menyelami kehidupan Jakarta lebih dekat, apa adanya tanpa polesan sana-sini. Mana saja 5 kawasan di Jakarta yang menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki?

Kemang

Kemang terkenal sebagai kawasan elit tempat tinggal ekspatriat. Berkunjung ke sini serasa berada di luar negeri. Jenis restoran dan kafe yang berdiri di sini pun beragam. Anda bisa mencicipi kuliner berbagai negara, mulai dari Italia, Meksiko, Jepang, hingga Turki. Kemang juga tersohor sebagai tempat nongkrong kaum urban Jakarta. Jika Anda hobi hunting foto, jalanan dan gang di sekitar kawasan ini tertata apik dan layak diabadikan dengan kamera Anda.

Petak Sembilan

Terletak di daerah Glodok kota, Petak Sembilan menjadi pemukiman orang-orang Tionghoa sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Anda bisa menikmati langgam Tionghoa pada setiap bangunan yang berjejer sepanjang jalan, juga aneka bahan pangan dan kuliner yang tersaji di Pasar Petak Sembilan.
Denyut kehidupan Petak Sembilan sudah terasa sejak pagi hari. Mulai dari Kelenteng Toa Se Bio, aktivitas jual beli di pasar, deretan toko di Jalan Pancoran, aneka makanan di Gang Gloria, hingga berbelanja di Chandra Building. Kawasan ini lebih meriah menjelang Imlek dan Cap Go Meh. Anda tak perlu jauh-jauh ke Hongkong untuk menikmati rasanya menyusuri pecinan, karena Jakarta juga punya.

Cikini

Di Cikini Anda bisa menemukan perpaduan atmosfer klasik dan modern. Dari Jalan Menteng Raya, Gedung Joang 45 mengajak pengunjung menikmati memorabilia era kemerdekaan. Bergeser sedikit, deretan bangunan kuno dengan sentuhan artistik menarik perhatian setiap pejalan kaki. Kebanyakan bangunan tersebut beralih fungsi menjadi kafe dan restoran. Tentu menggoda siapa saja untuk mampir dan duduk berlama-lama di dalamnya. Cikini juga memiliki beberapa tempat menarik untuk keluarga, seperti Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Perpustakaan Daerah DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Jangan lupa untuk menikmati ragam kuliner legendaris yang terkenal sejak lama. Sebut saja, Gado-gado Bonbin, Roti Tan Ek Tjoan, Es Krim Tjanang, hingga American Hamburger (AH). Ini namanya nostalgia mata dan perut!

Pasar Baru

Menyusuri kawasan ini bisa dimulai dari Stasiun Juanda ke arah Sekolah Santa Ursula–Gedung Filateli
(dulu Kantor Pos)–Gedung Kesenian Jakarta. Menyeberangi Kali Ciliwung, Anda akan disambut gerbang bertuliskan Passer Baru. Toko pakaian, bahan kain, sepatu, hingga penjual uang kuno berjajar di sepanjang jalan. Metro Atom Plaza & kota tua menjadi rujukan untuk penggila fotografi. Anda bisa membeli kamera bekas atau baru, serta memperbaiki kamera dengan harga jauh lebih murah daripada gerai di mall. Di sini Anda juga bisa berburu pakaian second dan vintage dengan kualitas cukup baik.

Barito, kebayoran baru

Dulu kawasan ini identik dengan pedagang bunga, ikan, burung, hingga parcel. Namun, area tempat berjualan itu diubah menjadi Taman Ayodya yang cantik. Pedagang hewan dan buah tetap bertahan di deretan kios yang mengarah ke pasar Mayestik. Sepanjang jalan berjejer kios-kios hewan yang menjual beragam jenis hewan peliharaan, mulai dari burung, kelinci, kucing, dan reptil. Barisan kios buah juga memajang ragam buah segar yang siap dibeli. Meski sudah banyak pet shop atau toko buah yang lebih mentereng, para pembeli tetap senang membeli di sini, karena penjual bisa menawarkan harga kompetitif dengan kualitas sebanding. Kelima kawasan tersebut layak Anda masukkan ke daftar tujuan jalan-jalan berikutnya. Berjalan kaki di Jakarta sungguh memberikan kejutan tak terduga, bak menemukan harta karun! Sudah siap menyusuri Jakarta?

Jakarta

Next

Spread the love